Tampilkan postingan dengan label Komputer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Komputer. Tampilkan semua postingan

Cara Menggunakan Hard Drive Menjadi RAM


Cara Menggunakan Hard Drive Menjadi RAM







Di dalam Komputer pasti memiliki dua jenis memori yaitu memori fisik dan memori virtual. Memori fisik mengacu pada chip RAM yang terpasang pada komputer, sementara memori virtual adalah bagian hard drive yang dicadangkan. Windows menggunakan memori virtual untuk menyimpan data dan program yang terbuka tapi tidak digunakan. Untuk meningkatkan jumlah memori virtual di komputer kamu, gunakan hard drive ke komputer dan atur Windows untuk menggunakannya sebagai memori virtual.

Berikut Cara Menggunakan Hard Drive Menjadi RAM

Masuk Explorer, klik kanan "Computer," klik "Properties"
Klik "Advanced system settings" di sisi kiri jendela.










Klik tab "Advanced", kemudian di bagian "Performance" klik tombol "Settings"  pada kotak dialog.
















BACA JUGA  Kapasitas RAM Yang Sesuai Kebutuhan

Klik tab "Advanced". Klik "Change" di bagian bawah jendela.



















Hapus centang pada "Automatically manage paging file size for all drives".
















Pilih "Custom size"















 
Masukkan angka kedalam "Initial size (MB): 8192" (Dua kali RAM yang kamu pasang di Komputer, Contoh disini memakai RAM 4GB)
Masukkan angka kedalam "Maximum size (MB): 16384" (Dua kali Initial size)
















Selanjutnya pilih "Set" dan OK.

BACA JUGA  Cara Mendapatkan WiFi Gratis Setiap Saat

Demikian sedikit uraian tentang Cara Menggunakan Hard Drive Menjadi RAM, semoga bermanfaat.

Info Terbaru Lainnya

Mengatasi Error Pada Windows 10 Creators Update

Windows 10 Creators Update berfungsi untuk peningkatan fitur baru dan tweak antarmuka pengguna. Setiap saat kamu dapat meng-upgrade Windows 10 supaya mendapat dukungan penuh dari Microsoft Corporation, dengan keadaan seperti ini memungkinkan terjadi beberapa masalah yang timbul. Seperti perangkat lunak yang tidak kompatibel karena Windows 10 dan proses pemasangannya rentan terhadap kesalahan, gangguan, dan kesalahan perangkat keras.

Error Code

Ada 2 masalah yang sering dihadapi yang muncul saat menginstal atau meng-upgrade ke versi Windows yang baru atau Mengatasi Error Pada Windows 10 Creators Update adalah,

Kekurangan kapasitas Hard drive
Windows 10 memerlukan ruang disk kosong pada hard drive atau solid state drive kamu untuk menginstal. Versi 32-bit yangkebanyak an digunakan pada tablet dan laptop membutuhkan 16GB ruang kosong, sedangkan versi 64-bit membutuhkan 20GB, dan jika kamu menginstal dari file yang tersimpan di komputer sendiri dengan Microsoft upgrade tool, memerlukan tambahan 2 sampai 4GB hanya untuk file penginstalan.


Tapi jika drive penyimpanan penuh. Cara tercepat untuk mengatasinya adalah dengan meng-uninstall program-program yang tidak penting. Game 3D yang besar dan paket kompleks seperti Adobe Creative Suite yang menghabiskan ruang drive. Uninstall semua program tersebut tapi jangan lupa untuk membuat cadangan file pada drive yang lain.

Jika perlu, sebaiknya menghapus file dengan urutan sebagai berikut, file video, file audio, gambar dari semua jenis, lalu dokumen dan file lainnya. USB hard drive eksternal adalah cara tercepat dan termudah untuk melakukannya, cukup simpan semua file ke media eksternal, dan akan mudah dikembalikan setelah kamu menginstal Windows 10. Setelah itu, kosongkan Recycle Bin untuk menghapus file yang terhapus, atau menjalankan program seperti CCleaner untuk membersihkan cache browser, log, dan lainnya yang memenuhi tempat penyimpanan.

Tahap selanjutya klik tombol Start, ketik "This PC," dan klik hasilnya. Drive berlabel "Windows" adalah Windows 10 akan diinstal, pastikan drive memiliki ruang kosong minimal 20GB, sebaiknya sedikit lebih, supaya lebih aman.

Error codes pada Instalasi Windows 10
Terkadang saat proses instalasi Windows, program akan berhenti dan menampilkan kode kesalahan. Ada ratusan kode kesalahan yang mungkin terjadi dan setidaknya sebanyak mungkin masalah potensial. Hal terbaik yang harus dilakukan adalah dengan menuliskan kode, tapi mungkin kamu tidak bisa menyalinnya dari tampilan layar dan mencarinya di internet.


Error

Tetapi jika tidak ada informasi yang dapat dipercaya untuk kode spesifik Windows yang error, cobalah beberapa langkah dibawah ini :
  • Cabut perangkat yang tidak perlu dari komputer, seperti flash drive dan dongle. Laptop seharusnya tidak terhubung sama sekali (kecuali kabel daya), dan desktop hanya boleh dilengkapi monitor, mouse, dan keyboard. Untuk desktop, lepaskan atau lepaskan perangkat keras internal yang tidak perlu.
  • Jika PC kamu dilengkapi kartu grafis terintegrasi atau kartu suara pada motherboard, lepaskan semua kartu mandiri. Cabut semua drive penyimpanan sekunder (tapi bukan drive OS utama), drive disk, pembaca kartu, dan perangkat keras tambahan seperti pengontrol kipas atau ekstensi USB yang terhubung ke port PCI.
  • Jika kamu mengupgrade PC pilihlah upgrade standar, hapus program yang tidak perlu sebelum memulai proses instalasi. Program Anti Virus dan driver untuk perangkat seperti game controllers tampaknya memiliki banyak masalah selama proses upgrade.
  • Jika penginstalan atau peningkatan Windows tidak selesai, atau jika ada masalah dengan startup, yang dapat kamu lakukan dengan mengetikkan "powercfg / h off" ke jendela Command Prompt.
  • Sebagai alternatif, cukup instal sistem operasi " cleanly," simpan file master programnya. Untuk melakukannya, pilih Custom: Install Windows, bukan Upgrade selama proses setup.
Demikian sedikit penjelasan tentang Mengatasi Error Pada Windows 10 Creators Update, semoga bermanfaat

Cara Mudah Membobol Password Pada Windows

Membobol Password
Mungkin disaat situasi tertentu kamu pernah lupa akan password Windows yang terinstal pada Komputer yang digunakan. Jangan panik dulu, daripada harus Install Windows yang tentu akan merepotkan kamu dan tidak efisien waktu, terlebih bila masih ada file di My Document yang lupa belum di backup. Karena ada cara mudah untuk membobol dan mengetahui Password yang terpasang di Windows, tapi jangan untuk menjahili komputer milik orang lain lho.


BACA JUGA →  Berbagai Macam Jenis Booting Komputer Yang Harus Kita Perhatikan

Terlebih dulu siapkan software Hiren's Boot
Kalau belum punya, Download dulu Hirens.BootCD.15.2

Hiren's Boot

Software Hiren's Boot itu sendiri bukan hanya untuk mereset password saja tetapi mempunyai banyak sekali fungsi yang ada didalamnya, merupakan sebuah tool yang komplet untuk perbaikan sistem Windows dan mengecek kualitas hardware komputer.

BACA JUGA →  Cara Masuk Safe Mode Pada Windows 10

Berikut Cara Mudah Membobol Password Pada Windows
  • Buat software Hiren's Boot menjadi Bootable CD, bisa dengan CD maupun Flashdisk
  • Booting komputer menggunakan Hiren's BootCD
  • Pilih mini Windows XP, Setelah terbuka, lalu pilih HBCD Menu
  • Pilih menu Programs > Password / Keys > Windows Login > NTPWEdit (Reset XP/Vista/7 User Password)
  • Pada jendela NTPWEdit silakan cari file SAM di Local Disk yang ada di komputer anda, biasanya ada di (C:) \ Windows \ System32 \ config \ SAM. Setelah ketemu klik Open.
  • Pada jendela NTPWEdit silakan cek daftar user yang ada, lalu pilih user yang sering digunakan atau user yang akan di reset password-nya, setelah itu klik Change Password. Silakan ganti Password kamu atau boleh dikosongkan jika tidak ingin pakai password dengan mengosongkan field New password dan field Verify, lalu klik OK
  • Klik Save Changes untuk menyimpan perubahan yang dilakukan.

Demikian penjelasan singkat tentang Cara Mudah Membobol Password Pada Windows, semoga bermanfaat.

Jenis BIOS Yang Paling Sering Digunakan


Jenis BIOS Yang Paling Sering Digunakan


BIOS (Basic Input Output System) memang tidak otomatis muncul di layar Komputer kita. Untuk masuk ke dalam BIOS tekan Del atau F2 tergantung dari vendor masing-masing. Kita pun tidak akan mampir, kalau Komputer tidak dalam keadaan eror. Karena di dalam BIOS terdapat semua pengaturan konfigurasi dasar Komputer, seperti pengaturan waktu, tanggal, pengaturan boting bila Operasi System kita perlu install ulang, penyesuaian hardware, penambahan driver, dan masih banyak lagi.



Berikut ini Jenis BIOS Yang Paling Seirng Digunakan dalam berbagai Komputer

1. AMI BIOS

AMI BIOS adalah BIOS yang dikembangkan dan di produksi oleh American Megatrend Inc. Untuk dapat masuk kedalam setup AMI BIOS dilakukan dengan menekan tombol Del pada saat proses POST (Power On Self-Test). Berikut penjelasan beberapa atri kode beep yang muncul pada saat menyalakan komputer yang menggunakan AMI BIOS :

Beep 1 kali: RAM rusak/ tidak terpasang dengan benar.
Beep 2 kali: permasalahan RAM ( Memory Parity Error in first 64KB block)
Beep 3 kali: permasalahan RAM ( Memory Read/ Write Error in first 64KB block)
Beep 4 kali: Motherboard bermasalah, atau motherboard timer tidak berfungsi.
Beep 5 kali: Processor rusak
Beep 6 kali: Keyboard rusak/ tidak terpasang dengan benar.
Beep 7 kali: Permasalahan Processor (Processor Interrupt Error)
Beep 8 kali: VGA rusak/ tidak terpasang dengan benar.
Beep 9 kali: permasalahan pada BIOS/ Motherboard (ROM checksum Error)
Beep 10 kali: permasalahan pada Motherboard (CMOS shutdown Read/ Write Error)
Beep 11 kali: Baterai CMOS sudah habis daya/ tidak terpasang dengan benar.

BACA JUGA ➞ Kapasitas RAM Yang Sesuai Kebutuhan

2. AWARD BIOS

AWARD BIOS adalah BIOS yang dikembangkan dan di produksi oleh Award Software Inc. Untuk dapat masuk kedalam setup AWARD BIOS dilakukan dengan menekan tombol Del pada saat proses POST (Power On Self-Test). Berikut penjelasan beberapa atri kode beep yang muncul pada saat menyalakan komputer yang menggunakan AWARD BIOS :

Beep panjang menerus: RAM rusak/ tidak terpasang dengan benar.
Beep panjang 1 kali dan 1 kali pendek: permasalahan pada RAM/ Motherboard
Beep panjang 1 kali dan 2 kali pendek: VGA rusak/ tidak terpasang dengan benar.
Beep panjang 1 kali dan 2 kali pendek: Keyboard rusak/ tidak terpasang dengan benar.
Beep panjang 1 kali dan 9 kali pendek: BIOS rusak/ bermasalah.
Beep pendek terus menerus: PSU rusak/ bermasalah

3. PHOENIX BIOS

PHOENIX BIOS adalah BIOS yang dikembangkan dan di Phoenix Tecnologies Inc. Untuk dapat masuk kedalam setup PHEONIX BIOS dilakukan dengan menekan tombol F2 pada saat proses POST (Power On Self-Test). Kode beep pada PHOENIX BIOS agar berbeda, tidak seperti yang lain kode diatur menurut panjang pendeknya bunyi beep, pada phoenik kode diatur dengan jeda. Misalkan bunyi ’beep beep – beep – beep beep’ kodenya 2 – 1 – 2. Berikut penjelasan beberapa atri kode beep yang muncul pada saat menyalakan komputer yang menggunakan PHOENIX BIOS :

1 – 1 – 4 -> BIOS rusak
1 – 2 – 1 -> Motherboard rusak
1 – 3 – 1 -> RAM rusak/ tidak terpasang dengan benar
3 – 1 – 1 -> Motherboard rusak
3 – 3 – 4 -> VGA rusak/ tidak terpasang dengan benar
1 – 1 – 4 – 1 -> Kesalahan Cache (Level 2)
1 – 2 – 2 – 3 -> ROM BIOS Cheksum
1 – 3 – 1 – 1 -> DRAM Segarkan Uji
1 – 3 – 1 – 3 -> Keyboard kontroller uji
1 – 3 – 4 – 1 -> Permasalahan pada RAM: Kegagalan pada baris alamat xxxx
1 – 3 – 4 – 3 -> Permasalahan pada RAM: Kegagalan pada xxxx it data byte rendah dari bus memori
1 – 4 – 1 – 1 -> Permasalahan pada RAM: Kegagalan pada xxxx it data byte tinggi dari bus memori
2 – 1 – 2 – 3 -> ROM: pemberitahuan hak cipta.

BACA JUGA ➞ Cara Menghemat Pada Baterai Handphone Android

4. IBM BIOS

IBM BIOS adalah BIOS yang dikembangkan dan di IBM Inc. Untuk dapat masuk kedalam setup IBM BIOS dilakukan dengan menekan tombol F2 pada saat proses POST (Power On Self-Test). Berikut penjelasan beberapa atri kode beep yang muncul pada saat menyalakan komputer yang menggunakan IBM BIOS :

Tidak ada bunyi beep: Power Supply rusak/ VGA/ RAM tidak terpasang dengan benar
Beep terus menerus: Power Supply rusak/ VGA/ RAM tidak terpasang dengan benar
Beep Panjang 3 kali: Keyboard bermasalah.
Beep Panjang 1 kali dan beep pendek 1 kali: Motherboard bermasalah
Beep Panjang 1 kali dan beep pendek 2 kali: VGA Card bermasalah (mono).
Beep Panjang 1 kali dan beep pendek 3 kali: VGA Card bermasalah (EGA)
Beep pendek 1 kali: Normal POST dan PC dalam keadaan baik.
Ada juga jenis BIOS yang di kembangkan oleh berbagai vendor komputer seperti ACER, DELL, HP dan Phoenix Tecnologies Inc. yang menghasilkan PHEONIX – AWARD BIOS.

Demikan Info Tentang Jenis BIOS Yang Paling Sering Digunakan. Semoga bermanfaat.

Cara Masuk Safe Mode Pada Windows 10

Cara Masuk Safe Mode Pada Windows 10
Bila operasi system Windows kita bermasalah, mau tidak mau kita harus masuk Windows dengan menggunakan mode minim atau yang umum disebut Safe Mode. Pada Windows 7 dan Versi Windows sebelumnya, kita hanya cukup menekan tombol F8, tapi sejak munculnya Windows 8 sampai Windows 10, cara tersebut sudah tidak bisa dilakukan lagi.

1. Tombol kombinasi Shift + Restart
  • Pertama klik Start dan menu Power.
  • Tekan dan tahan tombol Shift dan klik Restart.
  • Setelah selesai maka akan muncul tiga pilihan. Pilih Troubleshoot.
  • Pada layar Troubleshoot pilih Advaced Option.
  • Kemudian pada layar Advanced Option pilih Startup Setting.
  • Windows akan memberitahu agar melakukan restart untuk mengubah pengaturan Advanced Boot, termasuk membolehkan Safe Mode. Pilih Restart.
  • Lalu masuk ke Safe mode dengan menekan tombol F4.
  • Masuk Settings dengan menekan Windows + I.
  • Pilih Update dan Security
  • Kemudian pilih tab Recovery.
  • Pada bagian Advanced Startup, klik tombol Restart now untuk masuk ke layar Troubleshoot.
  • Lalu masuk ke Safe mode dengan menekan tombol F4.
3. Pergunakan System Configuration tool
  • Sebelumnya kita harus masuk ke menu msconfig.exe dengan cara mengetikkan “System Configuration” pada Start menu.
  • Kemudian pilih tab Boot dan centang Safe Boot.
  • Kemudian tekan Enter.
  • Windows akan menyampaikan pesan untuk melakukan reboot.
  • Kemudian reboot komputer.
  • Komputer  sekarang otomatis langsung masuk ke Safe Mode.
  • Jika anda telah memperbaiki permasalahan yang terjadi, kembalikan lagi Windows pada metode booting yang normal yaitu dengan cara menghapus centang pada Safe Boot.
Demikian Cara Masuk Safe Mode pada Windows 10, semoga bermanfaat.

Berbagai Macam Jenis Booting Komputer Yang Harus Kita Perhatikan

Jenis Booting Komputer
Pada setiap Komputer maupun Laptop untuk dapat masuk Operasi System, salah satunya Microsoft Windows memerlukan beberapa file system yang harus diloading secara otomatis, proses tersebut biasa disebut dengan Booting. Tapi sebelum Komputer maupun Laptop melakukan tahapan tersebut persiapan dan pemeriksaan kelengkapan harus kita perhatikan supaya Komputer dan Laptop dapat beroperasi dengan maksimal. Proses tersebut berlangsung pada system ROM-BIOS (Read Only Memory - Basic Input Output System).

Yang biasa kita sebut dengan nama BIOS. Karena ukurannya kecil jadi bisa langsung tertanam pada motherboard, fungsinya memeriksa kondisi kelengkapan dan menyimpan informasi di dalam perangkat keras serta memuat sistem operasi pada Komputer maupun Laptop. Di dalam BIOS informasi yang tersimpan akan tetap ada walaupun komputer dimatikan, hal ini tentu berbeda dengan RAM yang fungsinya hanya menyimpan informasi hanya sementara saja. (Baca juga : Kapasitas RAM Yang Sesuai Kebutuhan).

Berbagai macam jenis booting Komputer yang harus kita perhatikan, adalah sebagai berikut :

1. Cold Booting (Booting dalam keadaan dingin)
Booting yang terjadi di saat Komputer maupun Laptop pada kondisi mati, dinyalakan dengan normal, maka Komputer maupun Laptop melakukan booting serta listrik akan mengalir menuju pada setiap komponen Komputer maupun Laptop dalam keadaan dingin atau baru dinyalakan setelah beberapa jam lamanya dimatikan, jadi komponen Komputer maupun Laptop belum teraliri tenaga listrik sama sekali.

2. Warm Booting (Booting dalam keadaan hangat)
Booting ini terjadi setelah komponen Komputer maupun Laptop menyala. Karena komponen sudah teraliri listrik, menyebabkan suhu komponen tersebut meningkat dan menjadi lebih hangat, walaupun tidak sampai panas. Warm booting dilakukan Komputer maupun Laptop sudah dalam keadaan menyala, bahkan ketika sistem operasi sedang bekerja dengan baik.

Istilah Warm booting mungkin masih belum terbiasa terdengar, dan istilah yang lebih kita kenal adalah Reboot atau Restart. Tapi sebenarnya keduanya mempunyai perbedaan. Warm Booting disebabkan oleh kerusakan program, maka Komputer maupun Laptop harus mengatur ulang system. Sedangkan Reboot atau Restart adalah berfungsi untuk memeriksa ulang kondisi program yang rusak.

3. Soft Booting
Soft Booting sebenarnya hampir sama dengan Warm Booting, perbedaan keduanya adalah Soft Booting terjadi bukan karena kerusakan program. Soft Booting terjadi bila kita masuk BIOS dan melakukan perubahan pada pengaturan BIOS, yang bertujuan untuk optimalisasi atau keamanan BIOS, kita harus menyimpan pengaturan BIOS dan merestart untuk dapat masuk ke dalam sistem operasi, restart seperti ini dilakukan oleh Komputer maupun Laptop bukan oleh sistem operasi, dan bukan pula karena kesalahan program atau pesan eror. (Baca juga : Daftar Harga Smartphone ASUS Android Terbaru)


4. Hard Booting
Hard Booting merupakan kebalikan dari Soft Booting, Hard Booting terjadi karena Komputer maupun Laptop tidak merespon dalam waktu lama atau hang, dalam situasi seperti ini memaksa Anda untuk menekan tombol “Reset” pada Komputer. Sedangkan pada Laptop, Anda harus menekan tombol power dan menahannya agak lama, dengan cara seperti ini sebenarnya cepat merusak hardisk, karena saat dimatikan paksa, pasokan daya pada hardisk berhenti tiba-tiba, padahal cakram pada hardisk masih berputar sangat cepat. Berbeda bila kita matikan melalui Shut down Windows cakram hardisk akan melambat secara berlahan-lahan, sampai akhirnya benar-benar berhenti.
5. Rebooting
Rebooting terjadi bila ada beberapa alasan tertentu, hal ini biasanya terjadi saat kita menginstal driver ataupun update lainnya dan sistem operasi yang mengharuskan Komputer maupun Laptop melakukan rebooting terlebih dahulu.

Demikian sedikit penjelasan tentang berbagai macam jenis booting Komputer yang harus kita perhatikan, semoga bermanfaat.

Kapasitas RAM Yang Sesuai Kebutuhan


RAM merupakan kependekan dari Random Access Memory. Apabila diartikan secara harafiah, RAM komputer adalah suatu memory komputer yang digunakan untuk mengakses semua data yang dimiliki oleh komputer secara acak. Fungsi RAM jauh lebih cepat proses pembacaanya dibandingkan dengan Harddisk. Karena itu, semua program yang berjalan di dalam sebuah komputer membutuhkan RAM sebagai memory penyimpanan sementara ketika sedang berjalan.


Dengan adanya RAM, maka hal ini memungkinkan setiap komputer melakukan fungsi multitasking, alias bekerja dengan lebih dari satu software dalam satu waktu, hal ini dapt terjadi apabila kapasitas RAM dari sebuah komputer mendukung.

Berbeda software atau aplikasi, maka bebeda pula kebutuhan untuk mengakses memory nya. Ada beberapa software atau aplikasi yang hanya membutuhkan kapasitas RAM hanya sebatas ukuran kilobyte saja, namun ada juga banyak aplikasi dan software yang membutuhkan kapasitas RAM sebesar lebih dari 1 GB. Karena fungsinya sebagai penyimpan data acak pada komputer, maka tentu saja kecepatan pemrosesan dari suatu komputer terhadap aplikasi atau software tertentu bergantung pada seberapa banyak kapasitas RAM yang mampu menghandle multi tasking. -hematdata

Maka dari itu, setiap anda memilih komputer, kapasitas RAM adalah salah satu hal yang sangat penting untuk anda perhatikan, karena hal ini sangat bergantung pada kebutuhan anda dalam menggunakan beragam aplikasi dalam komputer.

Berikut Ini Kapasitas RAM

1.  Kapasitas RAM 1 GB
Untuk saat ini, penggunaan RAM dalam komputer paling tidak disarankan untuk memiliki minimal kapasitas sebesar 1 GB. Untuk RAM dengan kapasitas hanya sebesar 1 GB saja, bisanya hanya terdapat pada netbook, dengan ukuran layar 10 hingga 12 inch yang hanya mementingkan fungsionalitas saja. Dengan kapasitas RAM hanya sebesar 1 GB saja, maka sebuah komputer bisa melakukan :
  • Fungsi word processing.
  • Fungsi entertainment, dengan menggunakan media player yang ringan.
  • Hanya sanggup menjalankan paling tidak hanya 2 aplikasi sedang dalam waktu yang bersamaan, dengan catatan, satu aplikasi hanya memakan RAM sebesar 300 sampai 350 MB saja.
Maka dari itu, amat sangat disarankan bagi anda yang memiliki komputer dengan kapasitas RAM 1 GB, untuk menggunakan komputer tersebut sebagai komputer cadangan, ataupun hanya untuk menggunakan fungsi office saja, seperti spreadsheet, word processing, ataupun hanya menggunakannya untuk melakukan browsing di Internet. Penggunaan RAM yang hanya 1 GB membuat komputer memiliki fungsi yang terbatas.

2.  Kapasitas RAM 2 GB
Kapasitas RAM lainnya yang sering kita temui di dalam komputer adalah 2 GB. Kapasitas ini merupakan kapasitas pada komputer secara umum, kebanyakan komputer dan juga laptop saat ini menggunakan 2 GB sebagai standar kapasitas RAM nya. Dengan kapasitas RAM sebesar 2 GB, anda sudah bisa memanfaatkannya untuk multi tasking, seperti mendengarkan lagu, browsing internet, dan melakukan fungsi office secara bersamaan. Atau bagi anda yang senang bermain game, anda juga masih bisa bermain game plus mendengarkan lagu dengan komputer atau laptop yang memilki kapasitas RAM 2 GB.

Dengan menggunakan RAM berkapasitas 2 GB, hampir semua fitur standar dan fitur penting dari sebuah komputer bisa anda jalankan. Namun demikian, terkadang kapasitas RAM 2 GB akan terasa kurang apabila anda memang seorang gamer atau desainer sejati, karena banyak sekali games dan juga aplikasi desain yang membutuhkan kapasitas RAM yang sangat besar. Tetapi, bagi anda yang hanya membutuhkan fungsi dasar komputer dan beberapa fungsi dasar dari games dan juga desain, maka komputer dengan kapasitas RAM 2 Gb sudah merupakan sesuatu yang cukup.

3.    Kapasitas RAM 4 GB
Tidak banyak komputer, terutama laptop menyediakan kapasitas RAM sebesar 4 GB untuk ukuran personal use. Maka dari itu, laptop dengan kapasitas 4 GB bisa tergolong sebagai laptop mid hingga hi end laptop, dan memiliki harga yang relatif lebih tinggi, karena biasanya digabungkan juga dengan CPU dan juga VGA card yang memiliki spesifikasi tinggi pula. Komputer yang menggunakan RAM 4 GB merupakan salah satu jenis komputer yang banyak ditujukan untuk keperluan gaming, desaing, dan juga multitasking dalam jumlah yang banyak.

Sebagai personal user, anda tidak akan mengalami kendala berarti apabila menggunakan komputer dengan kapasitas RAM 4 GB. Selain itu, untuk sebuah organisasi kecil, RAM dengan kapasitas 4 GB juga bisa dijadikan sebagai mini server, yang hanya melayani beberapa client saja, dan tentu saja tidak memiliki data yang banyak.

4.  Kapasitas RAM RAM 8 GB
Kapasitas RAM 8 GB umum untuk digunakan dalam hi-end gaming PC, namun jarang ditemukan pada laptop. Faktanya, saat ini hanya ada sedikit sekali laptop yang menggunakan spesifikasi kapasitas RAM lebih dari 8 GB. Kebanyakan selain untuk hi-end gaming dan hi-end designing PC, kapasitas RAM yang lebih besar dari 8 GB sangat cocok untuk digunakan sebagai server dari organisasi menengah hingga atas. 

Semakin besar level organisasi, maka sudah pasti memiliki data yang lebih banyak, sehingga kebutuhan untuk menghandle jaringan pun menjadi lebih berat.

5.  Kapasitas RAM diatas RAM 16 GB
Biasanya RAM jenis ini termasuk perangkat keras jaringan komputer yang artinya kebanyakan digunakan oleh komputer server. Kapasitas RAM sudah cukup kuat untuk memberikan kinerja server yang maksimal.

Kapasitas ram terbesar saat ini bahkan telah mencapai 300TB, tapi penggunaannya masih terpada pada organisasi internal dan untuk riset. Jadi perkembangan ram ini akan berdampak pada teknologi.
Itulah beberapa penjelasan singkat mengenai pengaruh RAM dan juga beda kapasitas penggunaannya pada sebuah komputer. Semakin besar RAM, maka sudah pasti kecepatan pemrosesan di dalam sebuah komputer menjadi lebih baik lagi. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan anda.